Minggu, 13 Oktober 2019

Perjalanan Hidup Jokowi Menuju Kesuksesan

Jokowi
Perjalanan hidup Joko Widodo merupakan gambaran pada umum masyarakat Indonesia. Dalam video animasi yang diunggah dalam akun YouTube resmi presiden Jokowi diceritakan bagaimana kisah perjalanan hidupnya.

Pahit dan getirnya kehidupan telah Jokowi rasakan sejak kecil. Beliau berasal dari keluarga yang sederhana. Semenjak kecil, beliau telah terbiasa berpindah-pindah dari kontrakan satu ke kontrakan lain.

Ayahnya berjuang mencukupi kebutuhan hidup keluarga dengan berjualan bambu dan kayu di pasar, dibantu oleh istrinya. Orang tua Jokowi selalu meyakinkannya bahwa sekolah akan mengubah hidupnya. "Perjuangan dan usaha bapak sangat menginspirasi saya," ujar Jokowi.

Usaha orang tua Jokowi pun berjalan lancar. Mengetahui ibunya mulai memiliki uang, sikap isengnya pun muncul. Beliau sering memanggil pedagang makanan yang lewat dekat rumahnya. Ibunya pun terpaksa membayar apapun yang Jokowi pesan. Hingga pada suatu hari, dia asal memanggil pedagang yang lewat. Ternyata yang dia panggil bukanlah pedagang makanan, melainkan arang. ibunya terpaksa membeli dan langsung menyodorkan arang kepada Jokowi sambil menyuruh Jokowi untuk memakannya.

Kebahagiaan keluarga Jokowi sempat terusik karena adanya gusuran dari pemerintah daerah. Dengan sangat terpaksa, keluarga Jokowi menumpang di rumah pamannya. Keadaan ini membuatnya semakin bekerja keras. Ayahnya beralih profesi menjadi sopir angkutan umum, sedangkan ibunya meneruskan usaha berjualan di pasar. "Kami sekeluarga menjalani hidup tanpa mengeluh dan saling mengalirkan energi positif," Ungkapnya.

Semua kerja keras itu membuahkan hasil. Ayahnya bisa membuka bengkel usaha kayu. Dari uang yang terkumpul, keluarga Jokowi bisa membeli rumah sederhana.

Pada tahun 1980, Jokowi memutuskan untuk kuliah di jurusan teknologi kayu, kehutanan UGM. "Saya memilih jurusan tersebut agar saya dapat belajar lebih dalam tentang perkayuan," jelas Jokowi.

Ketika kuliah, Jokowi membiarkan rambutnya gondrong dan suka mendengarkan musik cadas dari Nazareth, Queen, Metallica, Judas Priest, dan Guns n Roses. Beliau juga hobi mendaki gunung.

Menginjak masa akhir kuliah, Jokowi memutuskan untuk agak kalem dan lebih serius. Pada saat yang bersamaan, konsentrasinya sedikit buyar karena kehadiran sosok gadis bernama Iriana. Iriana merupakan teman adik Jokowi yang sering main ke rumah. "Iriana orangnya sederhana, dan itu yang saya suka. Pacaran berat di ongkos, namun ringan di hati," jelasnya.
Jokowi rela bolak-balik Jogja-Solo demi bertemu dengan Iriana.

Setelah lulus kuliah, Jokowi bekerja di perusahaan kertas Aceh. Beliau ditempatkan di hutan rimba, dan ditugaskan untuk mempersiapkan persemaian Pinus untuk ditanam di hutan-hutan gundul. Beberapa bulan setelah itu, beliau kembali ke Solo untuk menikahi Iriana. Setelah menikah Jokowi membawa Iriana ke Aceh. Mereka menghabiskan masa awal pernikahan di hutan rimba.

Pada tahun kedua, Ibu Iriana hamil dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Solo. Di Solo, Jokowi memulai karir baru. Ia ikut sang paman bekerja di pabrik meubel untuk mencari pengalaman. Di fase ini, Jokowi belajar bagaimana cara menjadi pengusaha yang baik.

Tahun 1987 anak sulung Jokowi lahir dan diberi nama Gibran Rakabuming. Kelahiran anak pertamanya ini memicu Jokowi untuk bekerja lebih giat. Ia mendirikan perusahaan yang bergerak di bisnis meubel bernama CV Rakabu.  Dalam menjalani bisnis, Jokowi pernah tertipu. Barang sudah dikirim, tapi si pembeli malahenghilang entah kemana. Namun, hal itu tidak memadamkan semangatnya. "Kalau kita jatuh, ya kita harus bangkit lagi," kata Jokowi.

Jokowi kembali bangkit setelah keterpurukan itu. Ia mendapat pinjaman modal usaha. Ia terus bergerak maju dalam mengembangkan bisnisnya. Beliau juga mengikuti pameran-pameran meubel luar negeri untuk membentangkan sayap bisnisnya.

Berkat kegigihannya dalam berusaha, kantor beliau tidak pernah sepi dari kunjungan pembeli. Suatu ketika, ada seorang pembeli dari Perancis bernama Bernard Chene. Dialah yang pertama kali memberikan julukan Jokowi untuk membedakannya dengan Joko-Joko di luar sana. Sejak saat itu beliau terkenal dengan nama Jokowi.

Dari semua perjalanan hidup yang telah beliau lewati, beliau berharap anak-anak nya mengenal sekolah kehidupan yang di landasi perjuangan untuk mandiri. "Keluarga adalah sumber kekuatan terbesar bagi saya. Tidak ada Jokowi hari ini jika tidak ada sejarah hidup susah. Teruslah berjuang mewujudkan mimpi kalian," pungkas Jokowi.


EmoticonEmoticon